Kasat Polairud Sergai Dukung Pendidikan Nonformal Nelayan

Kasat Polairud Polres Sergai AKP Bram Candra menyambut kunjungan PKBM untuk membahas peningkatan pendidikan nonformal bagi keluarga nelayan di kawasan pesisir.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Senin, 26 Oktober 2026 | 15:35 WIB
Estimasi: 2 min baca • 17 dilihat

Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Kasat Polairud) Polres Serdang Bedagai (Sergai), AKP Bram Candra, S.H., M.H, menerima kunjungan Humas Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sergai, St. Endi Sihombing, pada Rabu (21/10/2026). Pertemuan berlangsung di Kecamatan Tanjung Beringin, Sergai, dan menjadi ruang dialog antara aparat penegak hukum dengan pengelola pendidikan nonformal di daerah itu.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah hal terkait program sosialisasi penyelenggaraan pendidikan nonformal, dengan perhatian khusus pada keluarga nelayan. Isu ini dinilai penting karena wilayah pesisir Sergai masih menghadapi persoalan rendahnya partisipasi warga dalam layanan pendidikan.

Endi Sihombing datang selaku Humas Bersama di PKBM Kabupaten Sergai untuk menyampaikan informasi bahwa masih banyak masyarakat di kawasan pesisir yang putus sekolah dan belum memahami sistem penuntasan permasalahan tersebut. Melalui pertemuan itu, ia berharap jajaran Polairud, khususnya AKP Bram Candra, dapat membantu menyampaikan informasi kepada warga yang putus sekolah agar diarahkan mendaftar dan mengikuti pendidikan nonformal.

Kasat Polairud Polres Serdang Bedagai, AKP Bram Candra, S.H., M.H, menyambut positif langkah nyata yang dilakukan PKBM Sergai. Menurutnya, jajarannya siap mendukung upaya sosialisasi program pendidikan tersebut kepada masyarakat, terutama yang bermukim di kawasan pesisir.

“Kita akan mencoba untuk melakukan sosialisasi, mudah-mudahan program ini sangat bermanfaat kepada Masyarakat,” ucap Bram.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.