Pemprov Sumut Minta ASN Melek Investasi Legal di Bulan Inklusi Keuangan 2026

Pj Sekdaprov Sumut Timur Tumanggor mengajak ASN mengelola keuangan secara cerdas dan memilih investasi legal yang diawasi OJK dalam gelaran Bulan Inklusi Keuangan 2026 di Medan.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:01 WIB
Estimasi: 3 min baca • 16 dilihat

MEDAN — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumut dan pemerintah kabupaten/kota agar semakin cerdas mengelola keuangan pribadi serta bijak berinvestasi demi kesejahteraan masa depan. ASN juga diingatkan supaya tidak mudah tergiur tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar secara instan tanpa menghitung risiko.

Ajakan itu disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Timur Tumanggor saat membuka kegiatan Bulan Inklusi Keuangan 2026 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Kamis (22/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Timur meminta ASN selalu memilih produk investasi yang legal, terdaftar, dan berada dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 merupakan inisiatif tahunan yang digelar sepanjang Oktober 2026 oleh OJK bersama kementerian/lembaga serta Industri Jasa Keuangan (IJK). Program ini bertujuan memperluas akses keuangan masyarakat sekaligus meningkatkan literasi keuangan, termasuk di kalangan abdi negara.

“ASN memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Namun, ASN yang profesional dan produktif juga perlu memiliki kecerdasan dalam mengelola keuangan pribadi dan keluarga. Gaji yang diterima setiap bulan harus dikelola dengan bijak, bukan hanya dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan sesaat,” ujar Timur Tumanggor.

Kegiatan itu mengusung tema “ASN Cerdas, Bijak Berinvestasi Mewujudkan Kesejahteraan di Masa Depan” dengan subtema “Mengenal Investasi yang Legal, Memahami Risiko, dan Berinvestasi Secara Bijak”. Lewat tema tersebut, ASN diharapkan makin cermat memilih instrumen investasi yang sehat serta terhindar dari investasi ilegal atau bodong maupun praktik judi online.

Menurut Timur, ASN dituntut cerdas mengelola penghasilan melalui perencanaan anggaran yang matang dan disiplin, termasuk mampu membedakan kebutuhan dan keinginan. Investasi pun harus dilakukan berdasarkan pengetahuan, kehati-hatian, dan orientasi jangka panjang, bukan sekadar ikut-ikutan tren.

Selain itu, ASN perlu membangun ketahanan finansial keluarga dengan menyiapkan dana darurat, biaya pendidikan anak, kebutuhan kesehatan, hingga perencanaan masa pensiun. Pengelolaan keuangan yang baik dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan kehidupan keluarga yang sejahtera.

“Kesejahteraan keluarga tidak hanya ditentukan oleh besarnya penghasilan, tetapi bagaimana penghasilan tersebut dikelola dengan baik. ASN yang sejahtera secara finansial akan bekerja lebih tenang, produktif, profesional, dan berintegritas,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut Evan Botung Daulay menyatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan literasi keuangan ASN. Dengan pemahaman yang memadai, ASN diharapkan dapat terhindar dari berbagai bentuk kejahatan dan risiko keuangan.

Agar pemahaman yang diperoleh lebih komprehensif, Pemprov Sumut menghadirkan sejumlah narasumber dari sektor perbankan dan lembaga keuangan. Di antaranya perwakilan PT Bank Sumut, PT Pegadaian, PT Mandiri Sekuritas, serta Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Sumatera Utara.

Melalui sinergi bersama OJK, Bank Indonesia, dan lembaga keuangan terkait, Pemprov Sumut berharap momentum Bulan Inklusi Keuangan 2026 mampu meningkatkan literasi sekaligus mendorong perubahan perilaku keuangan ASN. Harapannya, ASN semakin cerdas, aman, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan serta menentukan pilihan investasi. **(H14/DISKOMINFO SUMUT)**

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.