Dari Toko Besi hingga 15 Gerai BRILink Agen: Kisah Nilam Sari di Medan

Berawal dari toko besi dan pangkalan elpiji 3 kilogram, Nilam Sari kini mengelola 15 gerai BRILink Agen di Medan dengan ratusan transaksi per hari dan layanan buka hingga pukul 23.00.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:05 WIB
Estimasi: 3 min baca • 18 dilihat

MEDAN – Usaha keagenan layanan keuangan ternyata bisa tumbuh dari aktivitas dagang yang sederhana. Itulah yang dialami Nilam Sari, warga Medan, Sumatera Utara, yang memulai perjalanan sebagai BRILink Agen pada 2014 dengan memanfaatkan toko besi dan pangkalan elpiji 3 kilogram miliknya.

Saat itu, layanan yang disediakan masih terbatas pada pembayaran listrik, pembelian pulsa, dan pembayaran cicilan bagi pelanggan toko besi serta pangkalan elpiji tersebut. Kini, Nilam mengelola 15 gerai BRILink Agen yang tersebar di kawasan perkebunan dan industri di Medan.

Gerai-gerai itu melayani beragam kebutuhan transaksi masyarakat, termasuk pencairan dana bantuan sosial. Dalam sehari, jumlah transaksi di gerai yang dikelolanya dapat mencapai ratusan kali, sementara dalam sebulan totalnya menembus ribuan transaksi. Lonjakan itu turut meningkatkan perputaran modal usahanya berkali-kali lipat.

Layanan yang tersedia di gerai BRILink Agen Nilam Sari mencakup setor dan tarik tunai, transfer, pembayaran tagihan listrik dan telepon, pembayaran cicilan, pengisian saldo BRIZZI, hingga pembelian pulsa. Beragam layanan tersebut memudahkan warga memenuhi kebutuhan transaksi keuangan sehari-hari tanpa harus pergi jauh.

Perkembangan usaha Nilam juga berjalan seiring perubahan sistem pembayaran upah pekerja perkebunan di wilayah tersebut. Jika sebelumnya upah dibayarkan secara tunai melalui mandor, kini para pekerja mulai memanfaatkan layanan perbankan. Pergeseran ini meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan tarik tunai.

Untuk mempermudah warga, Nilam membuka gerainya setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 23.00. Kehadiran gerai tersebut menjadi alternatif ketika kantor bank belum beroperasi, antrean di bank terlalu panjang, atau mesin anjungan tunai mandiri (ATM) kehabisan uang tunai.

Dalam mengembangkan usahanya, Nilam mendapat pendampingan dari Sri Wahyuni, Petugas Penunjang Bisnis Keagenan (PPBK) Branch Office BRI Medan Gatot Subroto. Melalui komunikasi dan pendampingan kepada para agen, Wahyuni mendukung pengembangan usaha sekaligus menjaga keberlanjutan layanan BRILink Agen.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menilai perjalanan Nilam mencerminkan peran BRILink Agen dalam memperluas akses keuangan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. “Konsistensi Nilam selama lebih dari satu dekade menunjukkan bahwa BRILink Agen dapat berkembang dengan memahami kebutuhan masyarakat. BRI terus memperkuat peran para agen agar layanan keuangan semakin mudah dijangkau, sekaligus membuka peluang usaha dan mendukung aktivitas ekonomi di berbagai wilayah,” ucapnya.

Secara nasional, hingga akhir September 2026 BRI telah memiliki lebih dari 1 juta BRILink Agen yang menjangkau lebih dari 60 ribu desa atau sekitar 80 persen desa di Indonesia. Jaringan tersebut mencatat sekitar 750 juta transaksi dengan volume transaksi (sales volume) mencapai Rp1.270 triliun.

Aktivitas BRILink Agen juga menghasilkan pendapatan berbasis komisi (fee-based income) sebesar Rp1,3 triliun serta mendukung penghimpunan dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) sebesar Rp32 triliun. Bagi Nilam, deretan capaian itu menjadi bukti bahwa usaha kecil yang dikelola konsisten mampu tumbuh menjadi jaringan layanan yang dibutuhkan masyarakat.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.