Terasi Asahan Tembus Pasar Global, 40 Ton Diekspor ke Thailand

Produk UMKM terasi udang rebon asal Kabupaten Asahan menembus pasar internasional dengan melakukan ekspor perdana sebanyak 40 ton ke Thailand senilai Rp230 juta.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:01 WIB
Estimasi: 3 min baca • 13 dilihat

Produk UMKM Sumatera Utara kembali menorehkan prestasi gemilang dengan menembus pasar internasional. Terasi udang rebon produksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kabupaten Asahan kini resmi merambah Thailand, yang ditandai dengan pelaksanaan ekspor perdana sebanyak 40 ton dengan nilai estimasi sekitar Rp230 juta.

Pelepasan ekspor perdana tersebut dilakukan secara langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya di depan Kantor Bupati Asahan pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Acara ditandai dengan pemberangkatan armada truk kontainer yang membawa muatan terasi udang rebon menuju negeri Gajah Putih.

“Hari ini kita melepas ekspor perdana produk UMKM asal Kabupaten Asahan, berupa terasi udang rebon sebanyak 40 ton ke Thailand, dengan nilai sekitar Rp230 juta,” ujar Zulkifli Hasan dalam sambutannya.

Langkah ekspor ini dinilai semakin membuka peluang besar bagi produk olahan lokal untuk menjangkau jangkauan pasar yang lebih luas sekaligus mendongkrak nilai tambah ekonomi dari hasil perikanan. Kabupaten Asahan sendiri diketahui memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 56 kilometer di kawasan Selat Malaka, menjadikannya salah satu daerah dengan tingkat produksi perikanan tangkap terbesar di wilayah Sumatera Utara.

Berdasarkan catatan statistik hingga September 2026, volume produksi perikanan tangkap di Asahan telah menembus angka 50.658 ton. Potensi sumber daya laut yang melimpah ini secara konsisten menopang berbagai lini usaha pengolahan hasil laut yang mengandalkan bahan baku segar dari para nelayan setempat.

Komoditas terasi udang rebon menjadi salah satu produk olahan unggulan yang terus dikembangkan guna memperluas penetrasi pasar produk perikanan, sekaligus membuka lapangan pekerjaan dan peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. Merujuk pada data Pemerintah Kabupaten Asahan, volume ekspor komoditas terasi pada tahun 2025 lalu tercatat mencapai 1.897,7 ton dengan nilai sekitar Rp21 miliar.

Tren positif tersebut berlanjut pada tahun 2026 di mana volume ekspor terasi melonjak naik menjadi 2.758,5 ton dengan perolehan nilai ekonomi menyentuh angka Rp34 miliar. Capaian ini menunjukkan daya saing produk olahan hasil laut asal Asahan yang semakin diperhitungkan di kancah internasional.

Menko Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan optimismenya agar pengiriman perdana ke Thailand ini dapat terus berlanjut secara berkelanjutan dan rutin, sehingga mampu memperlebar akses pasar bagi produk-produk olahan hasil laut asal Asahan. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan agar sektor UMKM lokal bisa terus tumbuh dan memperluas skala bisnisnya.

“Dengan begini, setelah melepas ekspor terasi, akses pasar semakin terbuka. Kita minta Bank Indonesia, Pak Bupati, tolong didukung semua agar UMKM kita bisa berkembang,” tegas Zulkifli Hasan.

Tidak hanya fokus pada sektor ekspor, rangkaian kunjungan kerja tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan sosial pangan berupa beras kepada 164 warga penerima manfaat. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian integral dari komitmen pemerintah dalam menjaga kestabilan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

Bantuan pangan tersebut disalurkan kepada kelompok masyarakat desil 1 hingga desil 4 dengan besaran 10 kg beras per penerima setiap bulannya. Penyaluran dilakukan secara rangkap untuk alokasi tiga bulan sekaligus, sehingga setiap keluarga penerima manfaat berhak memperoleh total 30 kg beras.

Menyusul tuntasnya penyaluran untuk periode Juli hingga September 2026, program bantuan pangan ini kembali dilanjutkan untuk periode Oktober hingga Desember 2026 dengan kuota yang sama. Di samping itu, guna menjaga daya beli dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat di luar kategori desil 1–4, pemerintah turut menggelontorkan tambahan 1 juta ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang akan disalurkan hingga April 2027 guna memperkuat ketersediaan pasokan di pasaran.

Turut hadir mendampingi dalam acara tersebut antara lain Wakil Menteri Transmigrasi, anggota DPR RI, Bupati dan Wakil Bupati Asahan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, Kepala Badan Mutu KKP Tanjungbalai Asahan, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Pangan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Asahan, serta para pemangku kepentingan terkait di sektor kelautan dan perikanan.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.