Pj Sekdaprov Sumut Dorong 1,48 Juta UMKM Melek Digital Agar Naik Kelas

Pj Sekdaprov Sumut Timur Tumanggor mengajak pelaku UMKM memanfaatkan digitalisasi untuk memperluas pasar, seiring 1,48 juta unit usaha yang menyerap lebih dari 2,18 juta tenaga kerja di Sumatera Utara.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Senin, 19 Oktober 2026 | 11:08 WIB
Estimasi: 3 min baca • 14 dilihat

MEDAN – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sumatera Utara mendapat dorongan agar semakin akrab dengan teknologi. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Timur Tumanggor menilai digitalisasi menjadi salah satu kunci utama untuk mengembangkan usaha rakyat tersebut.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi mampu memperluas jangkauan pemasaran, menjangkau konsumen baru, meningkatkan efisiensi, serta mendorong pengelolaan usaha yang lebih profesional. Pesan itu disampaikannya saat membuka Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) AKBAR PNM Cabang Medan di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (16/10/2026).

“Salah satu peluang besar yang harus kita manfaatkan adalah digitalisasi. Melalui media sosial, lokapasar atau marketplace, pembayaran digital, serta pencatatan keuangan berbasis teknologi, maka dapat memperluas jangkauan pemasaran, menjangkau konsumen baru, meningkatkan efisiensi, dan mengelola usaha secara lebih profesional,” ucap Timur dalam kegiatan yang dibuka secara resmi tersebut.

Dalam kesempatan itu, Timur menegaskan bahwa UMKM memegang peran sangat strategis dalam menggerakkan perekonomian Sumut. Saat ini, jumlah UMKM di Sumut tercatat sekitar 1,48 juta unit usaha dan menyerap lebih dari 2,18 juta tenaga kerja.

Angka tersebut, katanya, menunjukkan UMKM merupakan salah satu penopang perekonomian masyarakat, sumber penghidupan jutaan keluarga, sekaligus penggerak penciptaan lapangan kerja. Usaha-usaha itu tumbuh di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, kuliner, industri pengolahan, jasa, hingga pengangkutan dan pergudangan. Banyak di antaranya berawal dari usaha rumahan dan dikelola dengan berbagai keterbatasan, namun memiliki semangat dan potensi besar untuk terus berkembang.

Meski begitu, Timur mengingatkan bahwa teknologi harus diikuti dengan kualitas produk yang baik. Produk perlu memiliki mutu yang konsisten, kemasan yang menarik, informasi yang jelas, legalitas yang sesuai, serta pelayanan yang mampu membangun kepercayaan konsumen. Dengan demikian, produk UMKM Sumatera Utara tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.

Karena itu, lanjut Timur, kegiatan bertema “Dari Literasi Menuju Aksi, Dari Usaha Menuju Naik Kelas” menjadi pengingat bahwa pengetahuan harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Literasi, ujarnya, harus membantu pelaku usaha mengambil keputusan yang lebih baik, sedangkan pengembangan kapasitas harus mendorong usaha tumbuh semakin kuat dan mampu naik kelas.

“Saya berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata bagi para pelaku UMKM untuk semakin percaya diri, adaptif terhadap perubahan, berani berinovasi, dan terus meningkatkan kualitas usahanya. Mari kita buktikan bahwa dari literasi lahir aksi, dari pendampingan tumbuh kemandirian, dan dari usaha yang dikelola dengan baik lahir UMKM yang mampu naik kelas serta menjadi kekuatan ekonomi Sumut,” ucapnya.

Sementara itu, Pemimpin Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Medan Muhammad Wazir menyatakan PNM terus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM, antara lain melalui pelatihan dan bimbingan yang disertai studi banding ke sejumlah daerah. Pada PKU Akbar kali ini, sekitar 150 pelaku UMKM mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas usahanya.

Menurut Wazir, penguatan usaha membutuhkan dukungan modal finansial agar UMKM dapat tumbuh dan berkembang serta memanfaatkan pembiayaan secara tepat guna. Selain modal finansial, modal sosial juga dinilai penting, sehingga PNM berupaya memperluas akses jaringan dan komunitas pelaku UMKM melalui studi banding ke berbagai sentra UMKM di sejumlah daerah.

“PNM juga memberikan akses kepada pelaku UMKM agar memperoleh akses pemasaran yang lebih luas untuk ekspor. Hingga kini sudah 1.466 kegiatan pelatihan untuk 33.100 nasabah PNM. Pemerintah, lembaga pembiayaan, dunia usaha, dan masyarakat harus berjalan bersama, sehingga UMKM memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk berkembang, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” pungkasnya. (H21/DISKOMINFO SUMUT)

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.