Pj Sekdaprov Sumut Ajak UMKM Manfaatkan Marketplace dan Pembayaran Digital agar Naik Kelas

Pj Sekdaprov Sumut Timur Tumanggor meminta pelaku UMKM memanfaatkan digitalisasi untuk memperluas pasar, sembari menekankan pentingnya kualitas produk. Sebanyak 150 pelaku UMKM mengikuti Pelatihan PKU AKBAR PNM Cabang Medan.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Selasa, 20 Oktober 2026 | 05:05 WIB
Estimasi: 3 min baca • 12 dilihat

MEDAN – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Timur Tumanggor mengajak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan digitalisasi untuk mengembangkan usaha. Menurutnya, teknologi mampu memperluas jangkauan pemasaran, menjangkau konsumen baru, meningkatkan efisiensi, sekaligus mendorong pengelolaan usaha yang lebih profesional.

Ajakan itu disampaikan Timur Tumanggor saat membuka Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) AKBAR Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Medan di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (16/10/2026).

“Salah satu peluang besar yang harus kita manfaatkan adalah digitalisasi. Melalui media sosial, lokapasar atau marketplace, pembayaran digital, serta pencatatan keuangan berbasis teknologi, maka dapat memperluas jangkauan pemasaran, menjangkau konsumen baru, meningkatkan efisiensi, dan mengelola usaha secara lebih profesional,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Timur menegaskan bahwa UMKM berperan sangat strategis dalam menggerakkan perekonomian Sumut. Saat ini, jumlah UMKM di Sumut tercatat sekitar 1,48 juta unit usaha dan menyerap lebih dari 2,18 juta tenaga kerja.

Angka tersebut, lanjutnya, menunjukkan UMKM merupakan salah satu penopang perekonomian masyarakat, sumber penghidupan jutaan keluarga, sekaligus penggerak penciptaan lapangan kerja. Usaha-usaha itu tumbuh di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, kuliner, industri pengolahan, jasa, hingga pengangkutan dan pergudangan. Banyak di antaranya berawal dari usaha rumahan dan dikelola dengan berbagai keterbatasan, namun para pelakunya memiliki semangat dan potensi besar untuk terus tumbuh.

Meski begitu, Timur mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi harus diikuti kualitas produk yang baik. “Akan tetapi, teknologi juga harus diikuti dengan kualitas produk yang baik. Produk harus memiliki mutu yang konsisten, kemasan yang menarik, informasi yang jelas, legalitas yang sesuai, serta pelayanan yang mampu membangun kepercayaan konsumen. Dengan demikian, produk UMKM Sumatera Utara tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional,” terangnya.

Karena itu, kegiatan bertema “Dari Literasi Menuju Aksi, Dari Usaha Menuju Naik Kelas” menjadi pengingat bahwa pengetahuan harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Menurut Timur, literasi harus membantu pelaku usaha mengambil keputusan yang lebih baik, sedangkan pengembangan kapasitas harus mendorong usaha tumbuh semakin kuat dan mampu naik kelas.

“Saya berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata bagi para pelaku UMKM untuk semakin percaya diri, adaptif terhadap perubahan, berani berinovasi, dan terus meningkatkan kualitas usahanya. Mari kita buktikan bahwa dari literasi lahir aksi, dari pendampingan tumbuh kemandirian, dan dari usaha yang dikelola dengan baik lahir UMKM yang mampu naik kelas serta menjadi kekuatan ekonomi Sumut,” ucapnya.

Sementara itu, Pemimpin PNM Cabang Medan Muhammad Wazir mengatakan, PNM terus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM melalui pelatihan dan bimbingan yang disertai studi banding ke sejumlah daerah. Menurutnya, penguatan usaha membutuhkan dukungan modal finansial agar UMKM dapat tumbuh dan berkembang serta memanfaatkan pembiayaan secara tepat guna. Dalam PKU Akbar kali ini, sekitar 150 pelaku UMKM mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kapasitas usahanya.

Selain modal finansial, Wazir menilai modal sosial juga penting dalam pengembangan UMKM. Karenanya, PNM berupaya memperluas akses jaringan dan komunitas pelaku usaha, antara lain melalui studi banding ke berbagai sentra UMKM di sejumlah daerah.

“PNM juga memberikan akses kepada pelaku UMKM agar memperoleh akses pemasaran yang lebih luas untuk ekspor. Hingga kini sudah 1.466 kegiatan pelatihan untuk 33.100 nasabah PNM. Pemerintah, lembaga pembiayaan, dunia usaha, dan masyarakat harus berjalan bersama, sehingga UMKM memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk berkembang, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” pungkasnya.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.