17 Siswa SDN 060870 Medan Muntah Usai Santap MBG, SPPG Penyedia Ditutup Sementara

Sebanyak 17 siswa SD Negeri 060870 Medan Timur muntah-muntah setelah menyantap paket Makan Bergizi Gratis. SPPG penyedia ditutup sementara sementara penyebabnya masih diuji laboratorium.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Senin, 19 Oktober 2026 | 11:03 WIB
Estimasi: 3 min baca • 17 dilihat

MEDAN — Sebanyak 17 siswa Sekolah Dasar Negeri 060870, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara, mengalami muntah-muntah usai menyantap paket Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (9/10/2026). Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan ke sekolah tersebut kini ditutup sementara, sementara penyebab pasti kejadian masih terus diselidiki.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu yang dibagikan kepada para siswa terdiri dari nasi putih, telur semur, susu, tumis kacang panjang dan terong hijau, serta buah salak. Pemerintah Kota Medan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menelusuri kemungkinan keterkaitan antara makanan tersebut dengan gejala yang dialami para siswa.

Kepala BGN Sumut, Yoga Arizanto, menyatakan pihaknya sedang mengobservasi menu MBG yang disalurkan ke SDN 060870. “Kalau tidak salah tadi menunya telur,” ujar Yoga.

Ia juga memastikan bahwa SPPG yang memasok makanan telah ditutup sementara. “Sudah (SPPG ditutup),” kata Yoga, dikutip dari iNews Medan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Medan Erfin F. Razi mendatangi Rumah Sakit Imelda bersama jajaran dinas terkait untuk meninjau langsung kondisi para siswa. Mereka dilarikan ke rumah sakit setelah menunjukkan gejala muntah-muntah dan kini menjalani observasi medis.

Erfin menegaskan bahwa penyebab kejadian belum dapat dipastikan. Pemerintah masih mengumpulkan informasi dan berkoordinasi dengan BGN untuk melakukan investigasi serta uji laboratorium. “Penyebabnya masih dalam tahap pemeriksaan. Ini masih observasi. Kami tadi memastikan dan melihat bagaimana kondisi anak-anak kita tadi yang indikasinya ada muntah-muntah, langsung responsnya dibawa ke rumah sakit,” ucapnya.

Dugaan adanya masalah pada susu turut mengemuka setelah Siti Nurzanah (33), salah seorang wali siswa, menerima informasi bahwa susu dalam paket MBG menggumpal. Kendati demikian, kondisi tersebut belum dipastikan sebagai penyebab para siswa mengalami gangguan kesehatan.

Siti mengetahui kejadian itu saat mengantar anak keduanya ke sekolah sekitar pukul 10.05 WIB. Ia melihat para guru dalam kondisi panik dan sejumlah siswa muntah-muntah. Belakangan, ia baru mengetahui bahwa anak sulungnya termasuk siswa yang dilarikan ke rumah sakit.

“Saya tahunya waktu saya antar anak saya yang nomor dua sekolah jam 10.05 WIB. Saya lihat guru kok panik. Terus saya lihat siswa lain ada yang muntah-muntah,” kata Siti.

Anak sulung Siti sempat mengalami mual berulang kali disertai sakit perut. Setelah mendapatkan perawatan medis, kondisinya berangsur membaik. “Sekarang sudah mulai membaik anak saya. Mulanya dia terus mual, perutnya sakit. Bolak-balik mual itu,” tuturnya.

Ia mengaku belum mengetahui penyebab pasti kondisi anaknya dan hanya menerima informasi mengenai susu yang diduga bermasalah. “Katanya dari susu. Susunya ada yang kurang bagus katanya. Basinya enggak tahu, cuma dia menggumpal. Gumpal-gumpalan kayak santan itu. Anak saya sudah minum, makanya saya panik tadi,” ujar Siti.

Selain itu, Siti meminta SPPG memastikan seluruh proses penyediaan makanan dalam program MBG berjalan sesuai prosedur operasional standar (SOP). Hasil pemeriksaan dan uji laboratorium diharapkan dapat menjelaskan penyebab kejadian yang membuat 17 siswa tersebut harus mendapat perawatan medis.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.