Larvasida Alami Biji Jarak dan Cabai Basmi Jentik DBD

Mahasiswa Kesehatan Masyarakat USU mengembangkan inovasi larvasida alami dari biji jarak dan cabai merah untuk mengendalikan jentik nyamuk Aedes aegypti.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Senin, 26 Oktober 2026 | 07:15 WIB
Estimasi: 2 min baca • 14 dilihat

Pemanfaatan bahan alami sebagai alternatif pengendalian jentik nyamuk menjadi salah satu upaya yang dikaji dalam penelitian kesehatan masyarakat. Biji jarak dan cabai merah menjadi bahan yang diteliti sebagai larvasida alami untuk membantu mengendalikan jentik nyamuk Aedes aegypti, penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). Inovasi ini berangkat dari upaya mencari alternatif pengendalian jentik dengan memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat.

Informasi mengenai inovasi tersebut disampaikan oleh Miftahussakdan, mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU) yang turut membantu penelitian dosennya terkait pengembangan larvasida alami. Dalam penelitian akademisnya, biji jarak menjadi bahan utama yang dikaji. Namun, saat melangkah ke tahap pengabdian masyarakat, cabai merah dikembangkan sebagai alternatif yang lebih mudah diperoleh warga secara mandiri.

“Awalnya fokus riset dosen aku itu pakai ekstrak biji jarak karena pada saat itu biji jarak banyak di Medan. Tapi karena pohon jarak sekarang makin susah dicari, kami kembangkan opsi cabai merah ini supaya masyarakat bisa lebih gampang mempraktikkannya sendiri di rumah,” jelas Sakdan dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2024).

Pengujian pemanfaatan cabai merah sebagai larvasida turut dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan tersebut melibatkan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang berpartisipasi dalam pemantauan selama dua pekan.

Penerapannya menggunakan ovitrap atau perangkap telur nyamuk yang dibuat dari wadah bekas dengan bagian luar dilapisi lakban hitam untuk menarik nyamuk bertelur. Wadah tersebut kemudian digunakan dalam pengujian larvasida berbahan cabai merah sesuai dengan metode penelitian.

“Melalui pemantauan berkala selama dua pekan, kami melihat adanya perubahan pada keberadaan jentik di wadah perangkap yang digunakan,” ungkap Sakdan.

Penggunaan bahan alami seperti cabai merah tetap memerlukan perhatian terhadap daya tahan dan efektivitasnya karena kondisi bahan dapat berubah selama penyimpanan atau penggunaan. Oleh sebab itu, pemantauan dan penggantian wadah perlu disesuaikan dengan hasil pengujian serta metode yang diterapkan dalam penelitian. Inovasi ini menjadi salah satu bentuk eksplorasi pemanfaatan bahan alami dalam pengendalian jentik nyamuk.

Penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut diharapkan dapat memperluas kajian mengenai pemanfaatan bahan yang mudah ditemukan di sekitar sebagai alternatif pengendalian jentik. Pemanfaatan biji jarak dan cabai merah dalam pengembangan larvasida alami menunjukkan adanya potensi bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar untuk dikaji sebagai alternatif pengendalian jentik nyamuk.

Melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, inovasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan metode pengendalian jentik yang lebih ramah lingkungan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.