Kasat Samapta Polres Nias Pimpin Ops Patuh Toba 2026

Kasat Samapta Polres Nias AKP Budi Setiawan memimpin Operasi Patuh Toba 2026 di Simpang SMPN 1 Gunungsitoli untuk tingkatkan disiplin berlalu lintas.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:02 WIB
Estimasi: 1 min baca • 17 dilihat

GUNUNGSITOLI – Guna menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) serta menyukseskan pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026, Kasat Samapta Polres Nias AKP Budi Setiawan memimpin langsung penertiban dan edukasi lalu lintas.

Kegiatan tersebut bertempat di persimpangan SMPN 1 Gunungsitoli, Jalan Karet, Kota Gunungsitoli, pada Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Pemeriksaan kendaraan di titik rawan kepadatan ini ditujukan untuk meningkatkan kedisiplinan pengguna jalan, khususnya di area persekolahan dan pusat aktivitas masyarakat.

Personel gabungan yang disiagakan berfokus pada pemberian edukasi keselamatan berkendara serta penindakan terhadap pelanggaran kasat mata yang berpotensi memicu kecelakaan. Di sela-sela razia edukatif ini, AKP Budi Setiawan secara humanis mengimbau pengendara roda dua maupun roda empat agar mematuhi aturan lalu lintas.

Pengendara diingatkan untuk selalu mengenakan helm standar SNI, memakai sabuk pengaman, melengkapi surat-surat kendaraan, serta mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan pelajar yang melintas di sekitar lokasi.

AKP Budi Setiawan menyatakan bahwa pelaksanaan Ops Patuh Toba 2026 di kawasan perkotaan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polres Nias dalam menekan angka fatalitas kecelakaan sekaligus menumbuhkan kesadaran hukum masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Warga juga diingatkan untuk memanfaatkan Layanan Bebas Pulsa Call Center 110 Polres Nias yang bersiaga selama 24 jam penuh.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.