Bobby Nasution Luncurkan 33 Bus Sekolah Gratis di Lima Kabupaten

Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution meluncurkan 33 unit bus perintis gratis untuk 1.008 pelajar di lima kabupaten guna permudah akses pendidikan.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Senin, 26 Oktober 2026 | 11:20 WIB
Estimasi: 4 min baca • 15 dilihat

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution secara resmi meluncurkan operasional 33 unit bus perintis gratis yang dirancang untuk melayani sebanyak 1.008 pelajar di lima kabupaten. Program strategis ini bertujuan untuk mempermudah akses transportasi menuju sekolah sekaligus meningkatkan aspek keselamatan pelajar dengan menekan tingkat ketergantungan pada kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor.

Perilisan program ini dilakukan secara daring melalui Zoom, dengan pusat kegiatan dipusatkan di SMA Negeri 1 Pulau Rakyat, Jalan Dusun II, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan, pada Kamis (15/10/2026).

Sebanyak 33 unit kendaraan bermerek Toyota Hiace disiapkan secara khusus guna melayani para pelajar yang tersebar di Kabupaten Asahan, Batubara, Padanglawas Utara (Paluta), Samosir, serta Nias Utara. Kebijakan ini diprioritaskan bagi para siswa yang tinggal di kawasan dengan keterbatasan akses transportasi umum, termasuk wilayah pedesaan hingga daerah kepulauan.

Gubernur Bobby Nasution menyatakan bahwa program bus perintis gratis ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dalam memperluas pemerataan aksesibilitas transportasi bagi kalangan pelajar, khususnya di daerah-daerah yang membutuhkan sokongan layanan angkutan umum.

“Kita harapkan program ini dapat membantu pelajar, khususnya yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan transportasi umum, agar lebih mudah menjangkau sekolah tanpa terbebani biaya perjalanan,” ujar Bobby.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sektor pendidikan merupakan salah satu pilar prioritas pembangunan yang wajib didukung lewat kemudahan akses serta ketersediaan infrastruktur memadai, termasuk fasilitas sarana transportasi yang aman bagi anak-anak sekolah.

Bobby juga memberikan pesan khusus kepada para pelajar agar senantiasa menjaga perilaku tertib selama memanfaatkan fasilitas bus, bersikap baik dan santun, serta patuh terhadap aturan keselamatan lalu lintas baik dalam perjalanan berangkat maupun pulang sekolah.

“Bus yang dioperasikan telah dilengkapi kamera pengawas atau CCTV. Anak-anak kita terpantau dari keberangkatan hingga kembali kerumah. Kami minta pelajar turut menjaga fasilitas dan bersikap sopan selama menggunakan layanan,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menyampaikan rasa apresiasi serta ucapan terima kasih atas kehadiran layanan bus perintis gratis di wilayah kepemimpinannya. Ia menaruh harapan besar agar program ini mampu mendongkrak mutu pendidikan sekaligus meringankan beban biaya transportasi bagi para pelajar yang bermukim jauh dari lingkungan sekolah.

Menurut penjelasan Taufik, alokasi enam unit bus untuk Kabupaten Asahan akan memberikan dampak yang sangat signifikan bagi para siswa dari berbagai desa yang selama ini harus menempuh jarak perjalanan cukup jauh, yakni berkisar antara 25 hingga 29 kilometer menuju sekolah. Sebagian besar dari mereka bahkan masih mengandalkan sepeda motor harian.

“Kami bersyukur Asahan mendapatkan enam unit angkutan untuk pelajar. Ini sangat membantu anak-anak sekolah, terutama yang tinggal jauh dari sekolah. Mudah-mudahan program ini membawa kebaikan dan meningkatkan mutu pendidikan,” ungkap Taufik.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yuda Pratiwi Setiawan menerangkan bahwa program bus perintis gratis ini dikonsep secara matang untuk membuka keterisolasian akses pendidikan di pedesaan, kepulauan, serta kawasan yang minim konektivitas transportasi publik.

Secara keseluruhan, layanan ini mencakup lima kabupaten, 12 kecamatan, serta 15 rute strategis yang terintegrasi langsung dengan 49 sekolah. Tercatat ada 1,008 pelajar yang menjadi penerima manfaat sah dari subsidi angkutan tersebut.

Rincian pembagian armada meliputi Kabupaten Asahan dengan enam unit bus (2 kecamatan, 16 sekolah, 180 siswa), Kabupaten Batubara dengan enam unit bus (2 kecamatan, 12 sekolah, 180 siswa), Kabupaten Padanglawas Utara dengan enam unit bus (1 kecamatan, 3 sekolah, 240 siswa), Kabupaten Samosir dengan enam unit bus (2 kecamatan, 10 sekolah, 192 siswa), serta Kabupaten Nias Utara yang memperoleh alokasi terbanyak yakni sembilan unit bus (5 kecamatan, 9 sekolah, 216 siswa).

Yuda menambahkan, armada-armada tersebut beroperasi menempuh jarak hingga 2.128 kilometer setiap harinya. Guna menjaga kualitas pelayanan tetap prima, Dinas Perhubungan Sumut berkomitmen melakukan evaluasi rute dan validasi data secara berkala agar ketepatan jadwal serta kapasitas angkutan senantiasa selaras dengan kebutuhan para pelajar.

Masyarakat juga dapat memantau operasional layanan ini secara transparan melalui aplikasi digital Perintis Sumut. Pemerintah Provinsi Sumut menargetkan program ini akan terus diperluas secara bertahap hingga mampu merangkul 18 kabupaten di wilayah Sumatera Utara pada tahun 2029 mendatang.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.