Bobby Nasution Tekankan Ekonomi & SDM di Kampung Kreatif

Gubernur Sumut Bobby Nasution menerima pemaparan usulan program Kampung Kreatif Sumut Berkah (KKSB) 2026 dari lima kepala daerah, menekankan pentingnya penguatan ekonomi dan kualitas SDM.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:01 WIB
Estimasi: 2 min baca • 14 dilihat

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menerima pemaparan usulan program Kampung Kreatif Sumut Berkah (KKSB) 2026 dari lima kepala daerah yang berhasil masuk nominasi. Dalam kesempatan tersebut, Bobby menekankan pentingnya inovasi berbasis potensi lokal yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu meningkatkan perekonomian dan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat.

Pemaparan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Gubernur, Lantai 10, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa (27/10/2026). Kelima kepala daerah yang memaparkan usulan tersebut yakni Bupati Karo Antonius Ginting, Bupati Dairi Vickner Sinaga, Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu, dan Bupati Toba Effendi Sintong Panangian Napitupulu.

Program Kampung Kreatif Sumut Berkah ini diarahkan untuk mengembangkan potensi unggulan daerah melalui kegiatan produktif, inovatif, mandiri, berbudaya, dan berkelanjutan. Bobby mengapresiasi kelima daerah yang berhasil masuk nominasi KKSB 2026 dan berharap usulan yang disampaikan dapat memperoleh dukungan untuk direalisasikan pada 2027.

“Selamat karena usulan ini berhasil masuk nominasi. Meskipun sejumlah daerah mengajukan proposal, tidak seluruhnya mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan usulan. Mudah-mudahan ada peluang bagi kami untuk mendukung kegiatan yang diusulkan pada tahun 2027,” ujar Bobby.

Bobby menjelaskan, penilaian KKSB tidak semata-mata didasarkan pada pembangunan infrastruktur, melainkan juga pada kemampuan daerah menghadirkan gagasan inovatif untuk menjawab persoalan masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi lokal. Menurutnya, terdapat dua aspek utama dalam penilaian program tersebut, yakni kemampuan mengatasi persoalan krusial di desa serta pengembangan potensi unggulan agar semakin produktif.

Bobby juga mengingatkan agar setiap usulan pengembangan kawasan disertai strategi peningkatan kapasitas masyarakat. “Jangan sampai hanya bangunan yang berubah, sementara kemampuan sumber daya manusia yang mengelolanya tidak ikut berkembang,” tegas Bobby.

Adapun dalam pemaparan tersebut, masing-masing kepala daerah menyampaikan rencana pengembangan kawasan berdasarkan karakteristik wilayahnya. Kabupaten Karo mengusulkan pengembangan Kawasan Terpadu Pasar Buah Modern dan Taman Menjuah-Juah Berastagi. Kabupaten Dairi mengusulkan pengembangan Wisata Sungai Raya untuk mendorong pertumbuhan destinasi wisata dan kuliner. Kabupaten Tapanuli Selatan mengajukan Program Kampung Kreatif Rianiate. Kabupaten Toba mengusulkan pengembangan Kampung Kreatif Parparean III, dan Kabupaten Samosir mengusulkan pengembangan Desa Sabulan di Kecamatan Sitio-tio.

Melalui program Kampung Kreatif Sumut Berkah, Pemprov Sumut terus mendorong pengembangan kawasan berbasis potensi lokal yang inovatif, mandiri, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat serta meningkatkan perekonomian daerah.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.