Menteri LH Ajak Lulusan UMSU Geluti Perdagangan Karbon
Ikuti kami di Instagram @mediasumut_id Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Moh Jumhur Hidayat, mendorong para wisudawan program S1 dan S2 untuk aktif mempelajari serta menguasai potensi perdagangan karbon (carbon trading).
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri prosesi Wisuda Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Periode 2026 di Medan, Sumatera Utara, Selasa (27/10/2026).
Jumhur Hidayat mengatakan, dunia sekarang sudah berubah, lingkungan sekarang menjadi masalah setiap orang, setiap kelompok, setiap komunitas dan setiap negara. Karena itu soal lingkungan menjadi masalah dunia. Ketika masalah lingkungan menjadi masalah dunia maka semua orang terbangun dan tergerak bagaimana memulihkan lingkungan.
“Kita mengenal adanya gas rumah kaca, suhu meningkat, ketinggian air laut meningkat, dan terjadi perubahan iklim, merusak banyak kegiatan ekonomi dan pertanian di masyarakat. Co2 yang dihasilkan dari setiap kegiatan manusia dan industri, semua di seluruh dunia diminta untuk menekan emisi gas rumah kaca,” kata Menteri Jumhur.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr H Dadang Kahmad MSi dan Rektor UMSU Prof Dr Akrim Lubis MPd, serta Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Sumatera Utara Prof Drs Saiful Anwar Matondang MA PhD.
Menteri Jumhur menjelaskan, ketika lingkungan menjadi persoalan dan harus dipulihkan, maka akan tercipta kegiatan-kegiatan yang bernilai pekerjaan dan bernilai ekonomi. Dahulu orang membangun industri dan memotong pohon di hutan tidak dianggap sebagai masalah, namun kini dampaknya dirasakan secara global.
“Ketika ada kesepakatan itu akhirnya menciptakan suatu kegiatan-kegiatan yang punya nilai ekonomi termasuk hal yang tidak pernah kita duga-duga yaitu jualan oksigen, jualan karbon,” ungkap Menteri Jumhur.
Ia menambahkan, kekayaan alam Indonesia seperti hutan dan mangrove memiliki potensi besar untuk menyuplai nilai karbon. Teknologinya harus didalami oleh para wisudawan agar bisa dimanfaatkan secara global, seperti kawasan mangrove di Deli Serdang yang oksigennya dapat dibeli oleh perusahaan internasional.
Selain perdagangan karbon, Menteri Jumhur menyoroti potensi besar Indonesia dari sisi keanekaragaman hayati (biodiversity). Dunia saat ini sedang mengatur agar asal-muasal biodiversity dapat memberikan manfaat ekonomi yang besar bagi Indonesia.
Melalui aktivitas lingkungan, lanjutnya, akan lahir pula lapangan kerja hijau atau green jobs, termasuk kebutuhan akan ribuan auditor lingkungan. Kampus diharapkan mampu menjadi motor penggerak melalui tridarma perguruan tinggi dan pengabdian kepada masyarakat.
Menyinggung isu garden yang didorong UMSU, Menteri Jumhur menilai hal tersebut merupakan bagian dari pengembangan biodiversity yang menjadi perhatian dunia. Ia juga mengucapkan selamat kepada para mahasiswa yang diwisuda agar dapat mendedikasikan ilmu dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.


