Timur Tumanggor Resmikan Kampus Mandiri Pangan Polbangtan

Pj Sekdaprovsu Timur Tumanggor meresmikan Kampus Mandiri Pangan Polbangtan Medan dan mendorong kampus menjadi teladan dalam pengolahan lahan serta ketahanan pangan.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Senin, 26 Oktober 2026 | 17:05 WIB
Estimasi: 3 min baca • 9 dilihat

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara Timur Tumanggor menegaskan bahwa perguruan tinggi harus berperan sebagai contoh nyata dalam pemanfaatan lahan, pengembangan budidaya tanaman pangan, penerapan teknologi pertanian, hingga penumbuhan jiwa kewirausahaan mahasiswa. Menurutnya, langkah itu penting agar ilmu yang dipelajari di kampus tidak berhenti sebagai teori, melainkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Timur Tumanggor ketika menghadiri peluncuran Kampus Mandiri Pangan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan di Jalan Binjai KM 10, Rabu (21/10/2026). Ia mengapresiasi program yang diinisiasi Polbangtan Medan dan berharap inisiatif itu menjadi rujukan bagi perguruan tinggi lain serta masyarakat dalam mewujudkan kemandirian pangan.

Dalam rangkaian kegiatan itu, Timur Tumanggor bersama Direktur Utama Polbangtan Medan Nurliana Harahap, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina, dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara Fariz Haholongan Hutagalung melakukan tanam cabai secara serentak se-Sumatera Utara. Aksi tanam itu dirangkaikan dengan launching Kampus Mandiri Pangan di kawasan TEFA Politeknik Pembangunan Pertanian Medan.

Menurut Timur, kampus semestinya menjadi pusat ilmu pengetahuan, inovasi, sekaligus tempat penerapan keilmuan secara nyata. Dengan begitu, lingkungan perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi langsung terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk persoalan ketersediaan pangan.

“Kita berharap lingkungan perguruan tinggi menjadi contoh pemanfaatan lahan, pengembangan budidaya tanaman pangan, penerapan teknologi pertanian serta pembentukan jiwa kewirausahaan mahasiswa, sehingga ilmu-ilmu yang didapat dari kampus bisa berdampak pada masyarakat,” kata Timur Tumanggor.

Gerakan menanam cabai serentak yang digelar Polbangtan Medan diharapkan mendorong masyarakat dan lingkungan kampus semakin optimal memanfaatkan lahan yang tersedia, termasuk lahan di sekitar rumah, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

Timur menambahkan, cabai merupakan salah satu komoditas yang berpengaruh besar terhadap inflasi di Sumut. Karena itu, peningkatan produksi dan ketersediaan cabai perlu mendapat perhatian serius agar stabilitas harga dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Cabai komoditi yang memiliki pengaruh besar pada inflasi, fluktuasi harga cabai dapat berdampak langsung ke daya beli masyarakat, peningkatan produksi dan ketersediaannya perlu menjadi perhatian kita,” ujar Timur Tumanggor.

Direktur Utama Polbangtan Medan Nurliana Harahap menilai mahasiswa pertanian tidak cukup hanya unggul dalam keilmuan, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi atas persoalan yang ada di tengah masyarakat. Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian saat ini adalah ketersediaan pangan.

“Kita berharap, kegiatan ini mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengimplmentasikan keilmuan yang dia dapatkan di kampus, selain itu kami juga berharap gerakan pemanfaatan pemanfaatan lahan bisa semakin masif sehingga kita bisa mencapai kemandirian pangan,” kata Nurliana Harahap.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumut Abdul Khalim, Ketua TP PKK Tanjungbalai Mashandayani, serta pimpinan instansi vertikal dan BUMD Sumut. Hadir secara daring Bupati Humbahas Oloan P Nababan, Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu, dan Walikota Gunungsitoli Sowa’a Laoli.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.