Wagub Sumut Surya Buka Rakernas V MPK, Ajak Semua Pihak Transformasi Sekolah Kristen

Wakil Gubernur Sumut Surya membuka Rakernas V Majelis Pendidikan Kristen di Sopo Partungkoan, Tarutung, dan menekankan kolaborasi lintas sektor untuk transformasi sekolah Kristen yang bermutu serta berkarakter.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Senin, 19 Oktober 2026 | 11:09 WIB
Estimasi: 4 min baca • 11 dilihat

TARUTUNG – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan, khususnya transformasi sekolah Kristen di Indonesia, tidak bisa dikerjakan satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar lahir sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Penegasan itu disampaikan Surya ketika membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V Majelis Pendidikan Kristen (MPK) di Indonesia di Sopo Partungkoan, Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Kamis (15/10/2026).

Forum tersebut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), jajaran MPK di Indonesia, MPK Wilayah Sumatera Utara–Aceh, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, serta peserta Rakernas yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Surya menyampaikan salam hormat dan apresiasi Gubernur Sumut Bobby Nasution kepada seluruh keluarga besar MPK di Indonesia. Ia juga memohon maaf karena Gubernur Sumut belum dapat hadir secara langsung di forum itu.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, saya menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta Rakernas V MPK di Indonesia. Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian merupakan kehormatan bagi masyarakat Sumatera Utara, khususnya masyarakat Tapanuli Utara,” ujar Surya.

Menurut Surya, Rakernas adalah momentum penting untuk mengevaluasi program kerja, menyelaraskan arah kebijakan, sekaligus merumuskan program MPK untuk 2027. Ia berharap pembahasan berlangsung terbuka dan konstruktif sehingga menghasilkan keputusan yang benar-benar menjawab kebutuhan sekolah-sekolah Kristen di berbagai daerah, termasuk di Sumatera Utara.

Rakernas V MPK di Indonesia mengusung tema “Fructus in Altum: Transformasi Sekolah Kristen”. Surya menilai tema tersebut sejalan dengan tantangan pendidikan masa kini, ketika sekolah dituntut terus berkembang dan memberi dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

“Transformasi sekolah Kristen perlu diarahkan pada peningkatan mutu pembelajaran, penguatan tata kelola, pengembangan kompetensi guru, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” katanya.

Kendati demikian, Surya mengingatkan bahwa kemajuan pendidikan tidak semata-mata diukur dari capaian akademik. Pendidikan, lanjutnya, juga harus membentuk generasi yang berintegritas, peduli secara sosial, memiliki nilai moral dan spiritual, serta mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.

Dalam konteks itu, sekolah-sekolah Kristen dinilai memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membangun generasi muda yang beriman, berkarakter, mandiri, dan berdaya saing.

“Nilai-nilai Kristiani yang ditanamkan dalam proses pendidikan diharapkan tercermin dalam kejujuran, kasih kepada sesama, tanggung jawab, kedisiplinan dan semangat melayani,” jelasnya.

Surya menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, lembaga pendidikan, gereja, keluarga, dunia usaha, dan masyarakat perlu membangun sinergi agar semakin banyak anak memperoleh akses pendidikan yang bermutu dan berkeadilan.

Semangat itu, ujarnya, sejalan dengan visi pembangunan Provinsi Sumatera Utara, yaitu “Kolaborasi Sumut Berkah Menuju Sumatera Utara yang Unggul, Maju, dan Berkelanjutan.”

“Kolaborasi berarti membuka ruang kerja sama, menyatukan gagasan dan menggerakkan sumber daya untuk mencapai tujuan bersama. Melalui kolaborasi, kita ingin menghadirkan sumber daya manusia yang unggul, mendorong inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan dan memastikan pembangunan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ungkap Surya.

Ia pun mendorong penguatan koordinasi antara MPK dan seluruh pemangku kepentingan. Berbagai bentuk pembinaan, fasilitasi, dan kerja sama diharapkan terus dikembangkan sesuai kewenangan dan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

Kepada para peserta Rakernas, Surya berpesan agar forum dimanfaatkan untuk bertukar pikiran, menyampaikan gagasan, serta menyusun program yang terukur dan dapat dilaksanakan.

“Jangan sampai hasil Rakernas berhenti pada dokumen perencanaan. Hasilnya harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah, memperkuat kapasitas guru, mendorong inovasi pembelajaran dan memperluas manfaat pendidikan bagi masyarakat,” tegasnya.

Surya juga mengajak jajaran MPK di Indonesia terus memperkuat tata kelola organisasi dan pengelolaan pendidikan dengan menjunjung prinsip amanah, transparansi, dan akuntabilitas.

Ia berharap Rakernas V MPK di Indonesia menghasilkan keputusan strategis sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk memajukan pendidikan Kristen di Indonesia.

“Mari kita bergandengan tangan memberikan dukungan, baik berupa pemikiran, pendampingan maupun bantuan sesuai kemampuan, agar pendidikan semakin mudah dijangkau dan memberikan harapan bagi generasi penerus bangsa,” pungkasnya.

Rakernas V MPK di Indonesia diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang berkarakter serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman. (DISKOMINFO SUMUT)

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.