Kominfo Sumut Dorong OPD Perkuat Kolaborasi Diseminasi Informasi

Dinas Kominfo Sumut mengajak seluruh OPD dan instansi pemerintah memperkuat kolaborasi guna mendiseminasikan informasi program pembangunan secara komunikatif.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:05 WIB
Estimasi: 2 min baca • 12 dilihat

MEDAN – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumatera Utara (Sumut) mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi pemerintah memperkuat kolaborasi dalam mendiseminasikan informasi pembangunan serta berbagai program pemerintah. Informasi yang disampaikan juga diharapkan dikemas secara komunikatif dengan mengedepankan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kominfo Sumut Erwin Hotmansah Harahap saat membuka kegiatan Pelatihan Teknis Pengelolaan Media Sosial bagi Perangkat Daerah di lingkup Pemprov Sumut. Kegiatan yang mengusung tema ‘Seni Mengemas Kebijakan: Mengubah Bahasa Birokrasi menjadi Bahasa Publik’ ini diselenggarakan di Kantor Dinas Kominfo Sumut, Jalan HM Said, Medan, pada Selasa (27/10/2026).

“Kami mendorong adanya sinergi antara instansi pemerintah, termasuk OPD, hingga instansi lain dalam mempublikasikan berbagai program dan kegiatan,” ujar Erwin Hotmansah.

Menurut Erwin, kolaborasi dalam diseminasi informasi sangat diperlukan untuk meningkatkan literasi serta pemahaman masyarakat terhadap berbagai kebijakan maupun layanan publik. Keterpaduan penyampaian informasi juga penting guna mencegah kesimpangsiuran informasi sekaligus menekan penyebaran disinformasi di tengah masyarakat.

“Jangan berdiri sendiri ketika memberikan informasi kepada masyarakat. Semakin banyak berkolaborasi, semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan menonton,” tambahnya.

Erwin turut menekankan pentingnya kemampuan instansi pemerintah dalam mengemas informasi agar mudah dipahami dan relevan bagi masyarakat. Karena itu, pengelola informasi pemerintah harus mampu menerjemahkan berbagai istilah birokrasi yang terkesan kaku dan teknis menjadi bahasa yang lebih komunikatif.

“Yang sangat relevan bahwa kita harus mampu menerjemahkan istilah-istilah birokrasi yang terkesan kaku dan teknis menjadi narasi publik yang komunikatif, ramah, persuasif, serta menyentuh kebutuhan masyarakat,” ungkap Erwin.

Pelatihan ini turut menghadirkan pegiat media sosial Toga Nainggolan sebagai narasumber. Menurut Toga, selama ini masih terdapat jarak antara birokrasi sebagai pelaksana kebijakan dan masyarakat yang diharapkan memahami serta mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut.

Oleh karena itu, pesan kebijakan pemerintah perlu dikemas ulang menjadi informasi yang lebih menarik, sederhana, dan relevan bagi publik. Pengelola informasi juga perlu mengubah orientasi publikasi dari sekadar menyampaikan kegiatan seremonial menjadi informasi yang menonjolkan manfaat konkret.

Toga menilai masih banyak pengelola informasi instansi yang sekadar mempublikasikan kegiatan seremonial, padahal di baliknya terdapat manfaat penting yang dapat dirasakan langsung oleh warga.

“Daripada sekadar mengumumkan bahwa dinas atau instansi mengadakan suatu kegiatan, alangkah baiknya jika publikasi itu langsung menonjolkan nilai kemudahannya bagi warga. Contohnya, alih-alih memberitakan pembukaan gerai pajak, lebih baik langsung tegaskan bahwa masyarakat kini tidak perlu antri lagi untuk bayar pajak. Kita harus membiasakan diri melihat publikasi dari sudut pandang manfaat yang akan diterima oleh masyarakat,” pungkas Toga.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.