Perkelahian Dua Emak-Emak di Labuhanbatu Berujung Laporan Polisi

Aksi perkelahian dua orang emak-emak bertetangga di Labuhanbatu mendadak viral di media sosial. Kedua belah pihak kini saling lapor ke Polres Labuhanbatu.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Senin, 2 November 2026 | 05:01 WIB
Estimasi: 2 min baca • 16 dilihat

Perselisihan antara dua orang ibu rumah tangga yang tinggal berhadapan di Perumahan Karya Sempurna, Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, mendadak berujung pada aksi perkelahian fisik. Insiden tersebut menjadi sorotan dan viral di media sosial setelah rekamannya memperlihatkan salah satu wanita tergeletak di tanah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pertikaian ini dipicu oleh aksi saling ejek antara kedua belah pihak. Permasalahan tersebut kini telah resmi berlanjut ke jalur hukum lantaran kedua pihak sama-sama membuat laporan atas dugaan penganiayaan ke Polres Labuhanbatu.

Saksi mata bernama Erlina menjelaskan, keributan bermula ketika rekannya yang bernama Laili sedang melintas lalu dipanggil oleh pihak terlapor. Dari panggilan tersebut, keduanya terlibat adu mulut yang berujung pada aksi saling serang.

Dalam insiden tersebut, korban diduga mengalami sejumlah tindakan kekerasan seperti dicakar hingga ditarik bajunya sampai robek. Laili bahkan sempat terlihat terguling dan tergeletak di atas tanah akibat kejadian itu.

“Pas dia lewat di situlah adu mulut dengan orang ini, baru pas turun (dipanggil) sini kau, lalu datanglah kakak ini, pas nampak sudah dicakar,” ujar Erlina, Senin (2/11/2026).

Erlina menambahkan, sebelum peristiwa perkelahian ini terjadi, kedua wanita tersebut memang sudah beberapa kali terlibat perselisihan serta saling melontarkan ejekan. Tidak terima atas apa yang dialaminya, Laili lantas memutuskan melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polres Labuhanbatu agar mendapatkan proses hukum lebih lanjut.

Di sisi lain, Nely Pohan selaku pihak terlapor yang juga diketahui berstatus sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Labuhanbatu, dengan tegas membantah tudingan melakukan penganiayaan.

Nely juga menepis tuduhan bahwa dirinya membuat Laili tergeletak di tanah. Ia bahkan menuding bahwa video yang beredar luas di media sosial merupakan hasil rekayasa. Menurut pengakuannya, pelapor sengaja berbaring di tanah sebelum momen tersebut direkam oleh pihak keluarga.

“Itu sebetulnya semua rekayasa, saya tidak ada menganiaya, cuma saya yang teraniaya. Awal mulanya yang punya rumah bilang sama tetangga bahwa saya punya utang sama dia Rp20 juta dan itu sudah lama saya lunasi dan itu tidak benar,” kata Nely.

Merasa tidak terima, Nely turut membuat laporan balik ke pihak kepolisian atas dugaan penganiayaan yang dialaminya. Saat ini, kedua laporan terkait pertikaian antartetangga tersebut tengah ditangani secara intensif oleh jajaran Polres Labuhanbatu.

“Begitu saya lewat dipanggil lah sama si Butet ini disuruhnya turun, ngapain saya yang datang Ibu lah yang kemari dan begitu dia datang dicakar lah wajah saya dijambaknya rambut saya terus saya reflkek narik bajunya sampai koyak,” ucapnya.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.