Karyawan PTPN IV Ditemukan Tewas di Kebun Sawit Labuhanbatu

Seorang karyawan BUMN PTPN IV Aek Nabara ditemukan tewas di kebun sawit warga di Labuhanbatu, menggemparkan warga setempat.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Senin, 26 Oktober 2026 | 07:20 WIB
Estimasi: 1 min baca • 15 dilihat

Seorang karyawan BUMN PTPN IV Aek Nabara bernama Junanda Ramansa Bangun (40) ditemukan tewas di tengah kebun kelapa sawit milik warga di Dusun Siluman, Desa Tebing Linggahara, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, pada Jumat (23/10/2026) sore. Peristiwa penemuan jenazah ini sontak menggegerkan warga setempat.

Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh pemilik lahan saat sedang memeriksa kebunnya. Mendapati adanya jasad manusia, pemilik lahan langsung melaporkannya kepada pihak berwajib. Tak lama berselang, personel Polres Labuhanbatu langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Baur Identifikasi Forensik Polres Labuhanbatu, Aiptu Juni Syahputra, mengonfirmasi bahwa korban merupakan warga Kecamatan Bilah Hulu yang kesehariannya bekerja sebagai karyawan di PTPN IV Aek Nabara.

Menurut Aiptu Juni, dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, tubuh korban tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan maupun luka. Kendati demikian, pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Petugas kepolisian bersama tim medis kemudian mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Sri Pamela Aek Nabara guna menjalani pemeriksaan medis lebih mendalam. “Kami dari Polres Labuhanbatu menunggu hasil dari pemeriksaan medis,” ujar Aiptu Juni.

Hingga saat ini, penyebab kematian Junanda Ramansa Bangun masih belum diketahui secara pasti. Jajaran kepolisian terus melakukan pendalaman guna mengungkap misteri dibalik kematian korban.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.