Pembunuhan Pria di Labura, Polisi Ungkap Motif Asmara Sesama Jenis
Ikuti kami di Instagram @mediasumut_id Seorang pria berinisial HD (49) ditemukan tak bernyawa di dalam parit yang tertutup tumpukan pelepah sawit di Desa Tanjung Mangedar, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara. Jasad korban kali pertama dijumpai warga yang hendak berangkat ke kebun sawit.
Temuan itu sontak membuat geger warga setempat. Warga yang melihat tubuh korban tergeletak di dalam parit langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Menindaklanjuti laporan itu, petugas Polsek Kualuh Leidong, Polres Labuhanbatu, bergerak cepat menangkap dua orang terduga pelaku. Keduanya adalah YN (22) yang diduga berperan sebagai pelaku utama, serta EP (16) yang diduga turut membantu melakukan penganiayaan terhadap korban.
Kanit Reskrim Polsek Kualuh Leidong, Ipda Andi Fahri Hasibuan, mengungkapkan bahwa pembunuhan tersebut diduga berawal dari persoalan asmara antara korban dan YN. Keduanya disebut sempat terlibat perselisihan yang memicu sakit hati.
“Motifnya katanya dia ajak berhubungan sama laki-laki dan jadi tersinggung,” ujar Ipda Andi.
Dalam peristiwa itu, YN diduga menyayat leher korban hingga mengakibatkan kematian. Sementara EP diduga ikut memukul korban menggunakan pelepah sawit pada bagian pundak.
“Keterangan dari tersangka karena dia diajak ke rumahnya melakukan hubungan sesama jenis dan beliau (pelaku) tersinggung, saya bukanlah orang seperti itu. Orang ini pernah menginap di hotel berdua di Tanjungbalai,” ucapnya.
Menurut Ipda Andi, penyidik masih mendalami kasus tersebut guna mengungkap secara lengkap rangkaian kejadian serta peran masing-masing terduga pelaku. Saat ini, kedua terduga pelaku telah ditahan di Polres Labuhanbatu untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.


