Pria Labuhanbatu Ditembak Polisi saat Curi Sawit

Seorang warga Labuhanbatu dilarikan ke rumah sakit setelah diduga ditembak oknum polisi saat tepergok mencuri sawit, memicu kemarahan ratusan warga.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Senin, 26 Oktober 2026 | 10:00 WIB
Estimasi: 2 min baca • 14 dilihat

Seorang warga Desa Sei Nahodaris, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, bernama Alpian (34), dilarikan ke RSUD Rantauprapat setelah diduga dianiaya dan ditembak dua kali oleh oknum polisi. Tindakan tersebut terjadi usai Alpian tepergok petugas saat diduga mencuri brondolan sawit di lahan perusahaan.

Peristiwa penembakan ini memicu kemarahan warga hingga ratusan orang mendatangi kantor perusahaan dan merusak sejumlah fasilitas pada Jumat (9/10/2026) malam.

Kronologi kejadian bermula setelah warga bernama Alpian mengalami luka tembak di bagian kaki dan pinggang. Dia diduga ditembak polisi yang bertugas sebagai BKO di perusahaan kelapa sawit daerah setempat.

Warga lalu mendatangi serta menggeledah rumah dinas yang ditempati oknum polisi yang diduga terlibat dalam penembakan. Tetapi orang yang dicari tidak berada di lokasi.

Menurut pengakuan Alpian, saat kejadian dia kepergok mengambil brondolan kelapa sawit milik perusahaan sebanyak setengah karung. Dia mengaku kemudian dikejar dua orang yang diduga anggota polisi bersenjata.

Alpian mengatakan dirinya sempat dipukuli di bagian kepala. Meski mengaku telah memohon ampun, dia menyebut kedua orang tersebut tetap melakukan penembakan saat dirinya berusaha melarikan diri.

“Saya dipukuli di bagian kepala lalu lari dan ditembak. Luka tembak di pinggang dan paha,” ujar Alpian, Sabtu (10/10/2026).

Dia menyebut dua orang yang mengejarnya merupakan petugas yang bertugas di perusahaan tersebut.

“Yang melakukan dua orang, petugas,” katanya.

Alpian juga menjelaskan bahwa dirinya sedang membawa brondolan sawit ketika diketahui oleh petugas. Dia mengaku diminta tidak melارikan diri, tetapi tetap berlari hingga dikejar.

“Awalnya saya lagi mau bawa brondolan sawit setengah goni lalu ketahuan dan diminta jangan lari. Saya lari terus dikejar,” ujarnya.

Menurut Alpian, penembakan dilakukan dari jarak sekitar 15 meter menggunakan peluru karet.

“Saya ditembak dari jarak 15 meter menggunakan peluru karet,” ucapnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak perusahaan maupun kepolisian setempat belum memberikan keterangan mengenai identitas personel yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.