Polsek Lahewa Beri Edukasi Lalu Lintas Sejak Dini

Polsek Lahewa menggelar edukasi keselamatan berlalu lintas bagi anak sekolah dalam rangkaian Ops Patuh Toba 2026 di Nias Utara.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Rabu, 4 November 2026 | 11:01 WIB
Estimasi: 2 min baca • 8 dilihat

Dalam upaya menanamkan kedisiplinan dan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini, jajaran Polsek Lahewa Polres Nias turun langsung memberikan pembinaan serta edukasi keselamatan jalan raya kepada anak-anak sekolah di wilayah hukum Polsek Lahewa, Kabupaten Nias Utara, Rabu (04/11/2026).

Kegiatan penyuluhan edukatif yang berlangsung dalam momentum pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026 ini ditujukan untuk mengenalkan peran kepolisian secara bersahabat sekaligus menghapus stigma menakutkan di mata anak-anak. Melalui pendekatan yang ramah, hangat, dan menyenangkan, petugas menanamkan pemahaman dasar bahwa pembentukan karakter pahlawan keselamatan lalu lintas harus dimulai dari kebiasaan baik sejak dini.

Sembari berinteraksi secara interaktif bersama anak-anak dan para guru, personel Polsek Lahewa menyampaikan beberapa poin krusial terkait keselamatan di jalan raya. Anak-anak yang belum cukup umur diingatkan tegas untuk tidak mengendarai kendaraan bermotor, wajib menggunakan helm standar SNI saat dibonceng oleh orang tua, serta selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas demi menjaga keselamatan jiwa.

Kapolsek Lahewa menyampaikan bahwa kegiatan edukasi anak ini merupakan wujud nyata Polri Presisi dalam membangun kedekatan emosional dan menjadikan polisi sebagai sahabat anak. Seluruh rangkaian kegiatan sosialisasi berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh keceriaan. Warga masyarakat diimbau untuk turut membimbing putra-putrinya dalam tertib berlalu lintas serta dapat memanfaatkan Layanan Bebas Pulsa Call Center 110 Polres Nias yang bersiaga selama 24 jam penuh.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.