Polda Sumut & Forkopimda Deklarasikan Sumut Tolak Narkoba

Kapolri pimpin deklarasi Sumut Tolak Narkoba bersama Forkopimda usai ungkap penyelundupan 1,16 ton ketamin di Belawan.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Senin, 26 Oktober 2026 | 07:40 WIB
Estimasi: 3 min baca • 12 dilihat

Kepolisian Daerah Sumatera Utara bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Utara mendeklarasikan komitmen “Polisi Bersama Masyarakat Sumatera Utara Menolak Narkoba”. Deklarasi ini digelar dalam rangkaian konferensi pers pengungkapan penyelundupan 1,16 ton ketamin hidroklorida (HCl) di Belawan pada Jumat (23/10/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., tersebut menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di Sumut. Upaya ini melibatkan sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat.

Pengungkapan kasus ini merupakan buah dari operasi gabungan yang melibatkan Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Ditpolair Baharkam Polri, serta Polda Sumatera Utara. Operasi tersebut berawal dari analisis intelijen dan pemantauan selama tiga bulan hingga akhirnya berhasil mengamankan kapal tanker MT Global 168 di perairan Tanjung Balai Asahan sebelum dibawa menuju Pelabuhan Belawan.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan, petugas menemukan sebanyak 58 karung berisi 1.160 bungkus ketamin hidroklorida. Nilai ekonomis barang haram tersebut diperkirakan mencapai Rp1,856 triliun.

Kapolri menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar penegakan hukum biasa, melainkan langkah nyata untuk melindungi masyarakat dan menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika. Barang bukti yang berhasil disita diperkirakan mampu mencegah sekitar 5,8 juta jiwa dari paparan zat berbahaya tersebut.

Selain itu, Kapolri juga menekankan pentingnya menjaga integritas bagi seluruh personel Polri agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika. Sinergi lintas instansi dinilai harus terus diperkuat guna mempersempit ruang gerak sindikat narkotika, termasuk jaringan internasional.

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution turut menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kapolri beserta seluruh tim gabungan atas keberhasilan pengungkapan kasus tersebut. Ia berharap pencapaian ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemberantasan narkoba secara menyeluruh di wilayah Sumatera Utara.

Apresiasi senada juga disampaikan Direktur Jenderal Bea dan Cukai RI Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama, yang menilai pengungkapan ini sebagai bukti nyata efektivitas kolaborasi antarlembaga dalam menghadapi ancaman peredaran gelap narkotika.

Melalui deklarasi bersama ini, Polda Sumut bersama Forkopimda dan segenap elemen masyarakat menegaskan tiga komitmen utama. Pertama, menolak segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di seluruh wilayah Sumatera Utara. Kedua, memperkuat kolaborasi lewat upaya preemtif, preventif, penegakan hukum, serta rehabilitasi. Ketiga, mewujudkan Sumatera Utara yang bersih dari narkoba.

Komitmen tersebut sekaligus menggarisbawahi bahwa pemberantasan narkotika tidak bisa hanya mengandalkan penindakan dari aparat semata. Dukungan penuh dari masyarakat, keluarga, lingkungan pendidikan, tokoh agama, serta organisasi kepemudaan sangat krusial dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.

Polda Sumut turut mengajak seluruh warga untuk berperan aktif dalam pencegahan dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran narkotika serta segera melaporkan segala aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang.

Dengan digelarnya deklarasi “Polisi Bersama Masyarakat Sumatera Utara Menolak Narkoba”, Polda Sumut dan Forkopimda berkomitmen untuk terus memperkuat langkah pemberantasan narkotika secara berkelanjutan demi menciptakan situasi keamanan serta ketertiban masyarakat yang kondusif, serta mewujudkan Sumatera Utara yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman narkoba.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.