Pemprov Sumut Gandeng USU Rancang Solusi Pembangunan 2027

Pemprov Sumut bekerja sama dengan USU dalam FGD untuk mengatasi penurunan anggaran 2027 dan menyusun solusi pembangunan berbasis riset.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Kamis, 5 November 2026 | 11:02 WIB
Estimasi: 1 min baca • 9 dilihat

Medan, 5 November 2026 – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menandatangani kerja sama dengan Universitas Sumatera Utara (USU) untuk menyusun strategi pembangunan menjelang penurunan anggaran tahun 2027.

Penjabat Sekretaris Daerah Sumut Timur Tumanggor membuka Focus Group Discussion (FGD) di Aula Digital Learning Center Building lantai 8, USU, Medan, Kamis 5/11/2026. Ia menyampaikan proyeksi defisit anggaran sebesar Rp1,2 triliun akibat kurangnya transfer dana tambahan (TKD) dari pemerintah pusat.

Forum tersebut mempertemukan perwakilan semua kabupaten/kota di Sumut dengan akademisi USU. Tujuannya menginventarisasi permasalahan daerah dan merumuskan solusi berbasis riset. “Setiap rupiah dana APBD yang kita keluarkan harus berorientasi kepada hasil,” ujar Timur Tumanggor, menekankan pentingnya alokasi pada Program Hasil Cepat (PHC) dan program strategis yang memberi manfaat langsung.

Rector USU Hinsar Ambarita menyambut baik inisiatif itu dan menjelaskan konsep “Kampus Berdampak”. Ia mengusulkan pendekatan baru di mana masyarakat menjadi sumber pertanyaan riset, sehingga penelitian dapat menghasilkan solusi yang relevan bagi pemerintah daerah. “Bagaimana kalau kita putar? Masyarakatnya yang kita tanya, ‘Bapak, Ibu, butuh apa yang mau diteliti?'” kata Hinsar.

Dengan dukungan lebih dari 1.600 peneliti dan 45.000 mahasiswa USU, diharapkan hasil FGD ini akan menghasilkan rekomendasi kebijakan, tema riset unggulan, serta model pembangunan berbasis potensi lokal, khususnya untuk wilayah terpencil seperti Kepulauan Nias dan Pantai Barat Sumut.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.