Sekdaprov Sumut Buka E‑Learning JFAK 2026, Perkuat Kebijakan

Penjabat Sekretaris Daerah Sumut, Timur Tumanggor, memulai program e‑learning JFAK 2026 secara virtual untuk memperkuat kompetensi analis kebijakan berbasis bukti.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Rabu, 4 November 2026 | 17:02 WIB
Estimasi: 1 min baca • 7 dilihat

MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kembali menegaskan komitmen meningkatkan kompetensi Jabatan Fungsional Analis Kebijakan (JFAK) melalui program e‑learning yang dibuka secara virtual pada Rabu, 4 November 2026.

Penjabat Sekretaris Daerah Sumut, Timur Tumanggor, membuka acara “Penguatan Kompetensi JFAK Tahun 2026 Angkatan VI” lewat Zoom dari kantor BKAD, Jalan Imam Bonjol 61, Medan, sekaligus menyampaikan tema “Dari Penguatan Kompetensi Menuju Dampak Kebijakan”.

Dalam sambutannya, Tumanggor menekankan pentingnya kebijakan publik yang berbasis data dan bukti, serta menjelaskan peran strategis JFAK sebagai mitra utama pimpinan dalam merumuskan rekomendasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menguraikan lima prioritas utama: memperkuat ekosistem kelembagaan JFAK, mengembangkan jalur karier yang terstruktur, meningkatkan perencanaan berbasis bukti, memastikan rekomendasi kebijakan realistis, serta menyiapkan analis yang adaptif terhadap inovasi digital.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumut, Agustinus Panjaitan, menambahkan bahwa program ini dirancang sebagai Corporate University dengan total 90 jam pembelajaran, mencakup formal, social, dan experiential learning, serta melibatkan peserta dari seluruh kabupaten/kota, RSU Haji Medan, dan RSJ Prof. Dr. M. Ildrem.

Ia berharap materi yang disajikan dapat langsung diterapkan dalam tugas harian, memperkuat jaringan profesional, dan pada akhirnya menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran serta berdampak bagi masyarakat Sumatera Utara.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.