Kahiyang Ayu Serahkan Trofi Pemenang Lomba Vlog KILAS 2026

Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu menyerahkan trofi kepada sembilan daerah pemenang Lomba Vlog KILAS 2026 yang mengusung tema perlindungan anak.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Senin, 26 Oktober 2026 | 15:25 WIB
Estimasi: 3 min baca • 10 dilihat

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Utara, Kahiyang Ayu, secara resmi menyerahkan trofi serta hadiah kepada sembilan daerah yang keluar sebagai pemenang Lomba Vlog Menuju Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual (KILAS) Tahun 2026. Ajang kreatif dengan tema “Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual” ini digelar sebagai langkah strategis dalam memperkuat perlindungan anak di berbagai daerah.

Malam puncak penyerahan penghargaan tersebut dilangsungkan di Hotel Grand Mercure pada Rabu malam (21/10/2026). Pengumuman para pemenang dibacakan langsung oleh Ketua Pokja I TP PKK Sumut, Grace Prayanti Noventina Simamora, dengan pembagian kompetisi menjadi dua kategori utama, yakni tingkat kabupaten dan kota.

Pada kategori kabupaten, Kabupaten Deliserdang sukses menyabet juara pertama dengan perolehan nilai 90. Posisi kedua diraih oleh Kabupaten Asahan dengan nilai 85, diikuti Kabupaten Pakpak Bharat di tempat ketiga dengan nilai 80. Sementara itu, predikat juara harapan I diraih oleh Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), harapan II diraih Kabupaten Dairi, dan harapan III diraih Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).

Adapun untuk kategori kota, Kota Gunungsitoli berhasil menjadi yang terbaik di peringkat pertama dengan mengantongi nilai 87. Menyusul di posisi berikutnya, Kota Pematangsiantar meraih nilai 85 di tempat kedua dan Kota Tebingtinggi berada di posisi ketiga dengan nilai 83. Dalam kesempatan tersebut, Kahiyang Ayu didampingi oleh Staf Ahli I TP PKK Sumut, Titiek Sugiharti, saat menyerahkan langsung piala kepada para perwakilan pemenang.

Usai prosesi penyerahan hadiah, suasana menjadi lebih hangat ketika Kahiyang Ayu menyapa serta berdialog interaktif dengan jajaran pengurus TP PKK kabupaten dan kota se-Sumatera Utara. Mengenakan busana elegan berwarna hitam yang dipadukan dengan selempang ulos, Kahiyang mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi serta kebutuhan sarana prasarana yang diperlukan TP PKK di daerah guna menunjang kelancaran program kerja mereka, tentunya dengan tetap mempertimbangkan ketersediaan anggaran yang ada.

“Terima kasih kepada ibu-ibu dan semuanya yang sudah hadir malam ini. Saya mau nanya apa saja yang dibutuhkan, tapi nanti kita lihat juga anggarannya. Dan juga harus ada binaan,” tutur Kahiyang di hadapan para pengurus PKK.

Ia berharap dukungan dan fasilitas yang diberikan nantinya dapat mengoptimalkan jalannya 10 Program Pokok PKK. Program tersebut mencakup penghayatan dan pengamalan Pancasila, semangat gotong royong, pemenuhan pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan serta keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup, hingga perencanaan keluarga sehat.

Lebih lanjut, program KILAS sendiri berfokus pada penerapan lima konsep utama yang disingkat menjadi KILAS. Pertama, K (Kenali) yang berarti memahami bentuk kekerasan seksual serta bagian tubuh pribadi; kedua, I (Identifikasi) untuk mengenali perubahan perilaku atau tanda tidak wajar pada anak; ketiga, L (Lindungi) guna menciptakan lingkungan rumah dan sosial yang aman; keempat, A (Ajarkan) yaitu memberikan edukasi sejak dini agar anak berani menolak sentuhan yang tidak nyaman; serta kelima, S (Segera Laporkan) untuk tanggap mencari bantuan jika terjadi indikasi kekerasan.

“Keluarga sebagai benteng utama dalam komunikasi, pengawasan, dan edukasi sejak dini dan TP PKK bertindak sebagai agen edukasi, pengelola KILAS Corner, dan fasilitator sosialisasi di berbagai daerah,” pungkasnya.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.