Tabrakan Helikopter di Jalur Everest Nepal, Turis India Tewas

Dua helikopter penumpang bertabrakan di jalur pendakian Gunung Everest, Nepal, menyebabkan seorang turis India tewas dan tiga orang lainnya terluka.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Rabu, 4 November 2026 | 05:01 WIB
Estimasi: 2 min baca • 6 dilihat

Dua helikopter penumpang dilaporkan terlibat kecelakaan maut setelah bertabrakan di kawasan jalur pendakian menuju Base Camp Gunung Everest, Nepal, pada Selasa (3/11/2026) pagi waktu setempat.

Insiden tragis tersebut mengakibatkan seorang wisatawan asal India meninggal dunia, sementara tiga orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat benturan tersebut.

Peristiwa nahas ini terjadi di sekitar area Desa Pheriche, Distrik Solukhumbu, Provinsi Bagmati, Nepal. Lokasi kejadian berada di ketinggian ekstrem sekitar 4.200 meter atau 13.780 kaki di atas permukaan laut, persis di bawah kawasan Base Camp Everest.

Berdasarkan laporan otoritas setempat, insiden bermula sekitar pukul 08.11 waktu setempat. Kedua helikopter yang dioperasikan oleh maskapai swasta, termasuk salah satunya dioperasikan oleh Air Dynasty, terbang dari Bandara Lukla menuju kawasan Everest.

Benturan fatal terjadi pada bagian baling-baling ketika armada udara tersebut sedang bersiap untuk melakukan pendaratan di Pheriche.

Pejabat pemerintah setempat mengonfirmasi bahwa korban tewas merupakan seorang pria berusia 47 tahun yang merupakan warga negara India. Di sisi lain, tiga korban luka-luka langsung dievakuasi petugas menuju fasilitas medis guna mendapatkan perawatan intensif.

Sebagaimana diketahui, transportasi udara khususnya helikopter merupakan sarana vital dan diandalkan untuk misi penyelamatan serta distribusi logistik di kawasan pegunungan Himalaya.

Kendati demikian, medan yang sangat ekstrem dengan iklim tinggi serta perubahan cuaca yang dinamis kerap menjadi tantangan besar sekaligus ancaman bagi keselamatan penerbangan di wilayah tersebut.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.