Hujan 2 Jam, Kabut Asap Karhutla Palangka Raya Menipis

Hujan deras yang mengguyur Palangka Raya selama dua jam berhasil menipiskan kabut asap akibat karhutla dan memperbaiki jarak pandang warga.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Senin, 26 Oktober 2026 | 11:20 WIB
Estimasi: 2 min baca • 14 dilihat

Kabut asap pekat akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mulai menipis pada Senin pagi, 26 Oktober 2026.

Kondisi membaik ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah ibu kota Kalimantan Tengah tersebut selama hampir dua jam, sejak pukul 03.00 WIB hingga 05.00 WIB.

Berdasarkan pemantauan di sejumlah titik utama kota, seperti kawasan Bundaran Besar hingga sepanjang Jalan Yos Sudarso, jarak pandang tampak jauh lebih luas dibandingkan hari-hari sebelumnya yang sempat tertutup kabut asap tebal.

Menipisnya sebaran asap disambut lega oleh masyarakat Palangkaraya yang mulai beraktivitas pada pagi hari. Riko, salah seorang petugas kebersihan jalanan, mengaku sangat terbantu dengan turunnya hujan.

“Hujan pagi tadi bikin asap lumayan berkurang. Pandangan mata jalanan jadi lebih jelas dan napas terasa agak lega dibanding kemarin-kemarin pas asap pekat,” tutur Riko di lokasi.

Meski jarak pandang di jalan raya telah membaik, masyarakat diimbau untuk tidak abai dan tetap membatasi aktivitas di luar ruangan atau mengimbangi penggunaan masker.

Berdasarkan data pemantauan pada Dashboard Karhutla Kota Palangkaraya, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Palangka Raya menunjukkan parameter kualitas udara masih berada pada level Sangat Tidak Sehat.

Hal ini disebabkan tingginya konsentrasi partikel halus (PM2.5) dari sisa pembakaran hutan yang masih mengendap di udara ambient.

Masyarakat berharap intensitas hujan kembali meningkat dalam beberapa hari ke depan agar seluruh sebaran titik api (hotspot) karhutla di wilayah Kalimantan Tengah dapat padam secara total dan kualitas udara kembali normal.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.