Pemprov Sumut dan Jabar Perkuat Kolaborasi Birokrasi
Ikuti kami di Instagram @mediasumut_id Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) dan Pemprov Jawa Barat (Jabar) resmi memperkuat kolaborasi pembangunan daerah, reformasi birokrasi, serta transformasi digital pemerintahan. Langkah strategis ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas tata kelola pemerintahan sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, dan efisien bagi masyarakat.
Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama di Bandung, Jumat (30/10/2026). Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya bersama Wagub Jabar Erwan Setiawan menandatangani langsung dokumen kesepakatan tersebut sebagai bentuk komitmen nyata dalam memperkuat sinergi pembangunan antarprovinsi.
Dalam kesempatan itu, Wagub Surya menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemprov Jabar atas sambutan hangat, keterbukaan, serta komitmennya dalam membangun sinergi antardaerah. Menurut Surya, kesepakatan ini tidak sekadar memperkuat hubungan kelembagaan, melainkan menjadi fondasi penting untuk memperluas kolaborasi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan ke depan.
Surya menjelaskan bahwa Jabar memiliki banyak pengalaman sukses dalam pengembangan inovasi pemerintahan, transformasi digital, manajemen kinerja, serta pelayanan publik. Di sisi lain, Provinsi Sumut menyimpan potensi besar di berbagai sektor strategis seperti pertanian, perkebunan, perdagangan, industri, hingga pariwisata.
“Melalui kerja sama yang terarah, kita dapat saling belajar, berbagi pengalaman, mempertemukan keunggulan, serta mengembangkan inovasi untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedua provinsi,” ungkap Surya.
Selain itu, Surya juga menegaskan urgensi penguatan reformasi birokrasi, khususnya dalam mengoptimalkan akuntabilitas kinerja pemerintahan. Ia menilai birokrasi harus senantiasa tampil profesional, adaptif, transparan, serta berorientasi nyata pada hasil akhir.
Transformasi digital pemerintahan pun menjadi agenda krusial dalam kerja sama ini. Menurut Surya, digitalisasi tidak boleh sebatas pengadaan aplikasi semata, tetapi harus mampu mengintegrasikan data, menyederhanakan prosedur birokrasi, mempercepat proses pengambilan keputusan, serta mendongkrak kualitas pelayanan masyarakat.
Oleh karena itu, Pemprov Sumut bertekad mempelajari dan mengadaptasi berbagai praktik terbaik yang telah diterapkan Pemprov Jabar, terutama dalam hal pengelolaan kinerja pemerintahan, peningkatan kapasitas aparatur sipil negara, dan pengembangan layanan publik berbasis digital.
Surya menambahkan bahwa keberhasilan kerja sama ini sangat bergantung pada tindak lanjut proaktif dari seluruh perangkat daerah terkait. Ia menginstruksikan agar segera disusun rencana aksi konkret yang dilengkapi target waktu, indikator keberhasilan yang terukur, penanggung jawab yang jelas, serta mekanisme evaluasi berkala.
“Keberhasilan kerja sama ini tidak hanya diukur dari penandatanganan kesepakatan, tetapi dari hasil nyata yang dirasakan masyarakat. Kita ingin tata kelola pemerintahan semakin baik, transformasi digital terintegrasi, dan pelayanan publik semakin mudah, cepat, serta efisien,” tegasnya.
Sementara itu, Wagub Jabar Erwan Setiawan menyambut hangat kunjungan kerja dan kolaborasi bersama Pemprov Sumut ini. Ia berharap hubungan dan sinergi antara kedua provinsi dapat terus meningkat dari waktu ke waktu.
Erwan menegaskan bahwa penandatanganan kesepakatan ini tidak boleh berhenti sebatas seremoni atau formalitas di atas kertas. Seluruh poin yang telah disepakati wajib diwujudkan melalui program dan langkah aksi yang nyata di lapangan.
“Saya berharap penandatanganan ini bukan hanya sekadar formalitas, bukan hanya penandatanganan di atas kertas. Perjanjian kerja sama ini harus betul-betul kita wujudkan dan kita tingkatkan,” tutur Erwan.
Dalam kesempatan tersebut, Erwan juga memaparkan capaian evaluasi kinerja Pemprov Jabar sebagai indikator kualitas penyelenggaraan pemerintahan daerah. Ia menyebutkan bahwa Pemprov Jabar terus melakukan perbaikan berkesinambungan mengingat besarnya tantangan dan jumlah penduduk yang harus dilayani.
Jawa Barat sendiri tercatat sebagai provinsi dengan populasi terbesar di Indonesia, yakni mencapai sekitar 51,7 juta jiwa yang tersebar di 27 kabupaten/kota, di mana Kabupaten Bogor menjadi salah satu wilayah dengan populasi terbesar mencapai enam juta jiwa.
Kolaborasi strategis antara Sumut dan Jabar ini diharapkan mampu memperkokoh hubungan antardaerah berlandaskan prinsip kesetaraan, rasa saling percaya, serta semangat saling memajukan. Langkah ini juga selaras dengan visi besar pembangunan Sumatera Utara, yakni ‘Kolaborasi Sumut Berkah’ menuju Sumatera Utara yang unggul, maju, dan berkelanjutan.
Turut mendampingi Wagub Sumut Surya dalam agenda tersebut antara lain Inspektur Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap, Kepala Dinas Kominfo Sumut Erwin Hotmansah Harahap, Kepala Bapperida Sumut Dikky Anugerah, Kepala Biro Hukum Sumut Aprilla Haslantini Siregar, Kepala Biro Organisasi Sumut Zulkifli, Kepala Biro Pemerintahan dan Otda Sumut Abu Kosim, serta Kepala Badan Penghubung Sumut Taufan.


