Kabut Asap Karhutla Capai Asahan, Pemprov Sumut Siapkan TMC

Kabut asap karhutla dari Sumsel dan Kalimantan meluas hingga Kabupaten Asahan, membuat Pemprov Sumut menyiapkan teknologi modifikasi cuaca.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Senin, 26 Oktober 2026 | 11:55 WIB
Estimasi: 2 min baca • 13 dilihat

Kabut asap tebal yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan serta Kalimantan kini merambat ke sejumlah daerah di Sumatera Utara, salah satunya Kabupaten Asahan. Kondisi udara buruk itu sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir dan mulai mengganggu rutinitas warga setempat.

Berdasarkan pantauan, jarak pandang di wilayah tersebut hanya mencapai sekitar satu kilometer. Tak hanya itu, indeks kualitas udara (IKU) ikut menurun drastis sehingga menimbulkan keluhan kesehatan pada masyarakat, seperti mata perih akibat iritasi hingga sesak napas.

Menyikapi bencana asap yang bersifat lintas wilayah ini, Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution memastikan pemerintah provinsi tidak tinggal diam. Pemprov Sumut menyiapkan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan dengan menggandeng Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Rencananya, pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca itu dipusatkan di kawasan Danau Toba. Potensi evaporasi di danau vulkanik tersebut akan dimanfaatkan untuk memicu presipitasi awan hujan secara lebih intensif.

“Kami akan melakukan uji coba modifikasi cuaca dengan memanfaatkan teknologi yang disiapkan di kawasan Danau Toba bekerja sama dengan BMKG. Tujuannya untuk memicu hujan agar kabut asap ini cepat luruh dan kualitas udara kembali normal,” tegas Bobby Afif Nasution, Sabtu (17/10/2026).

Selain menyiapkan rekayasa cuaca untuk membersihkan udara, Pemprov Sumut juga mengambil langkah pencegahan demi melindungi kesehatan para pelajar dari ancaman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Pemerintah provinsi menetapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar dari rumah bagi seluruh siswa sekolah yang terdampak. Kebijakan ini berlaku mulai 16 Oktober hingga 21 Oktober 2026.

Warga pun diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih menyelimuti wilayahnya, serta tetap mengenakan masker medis ketika harus bepergian agar risiko gangguan pernapasan dapat ditekan.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.