Pengajian PKK Sumut, Perempuan Perkuat Ketahanan Keluarga

Pengajian TP PKK dan Dekranasda Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin Medan mengajak perempuan memperkuat ketahanan keluarga, kualitas spiritual, dan kerja sama organisasi.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:01 WIB
Estimasi: 3 min baca • 12 dilihat

MEDAN — Perempuan dinilai memegang peran strategis dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus menciptakan lingkungan kerja dan organisasi yang harmonis. Untuk menjalankan peran itu, perempuan diajak terus menjunjung nilai spiritual, akhlak mulia, dan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Ustaz Damri Tambunan saat memberikan ceramah pada pengajian yang digelar Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan berlangsung di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Jumat (23/10/2026).

Pengajian yang berlangsung khidmat itu diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu, Staf Ahli I PKK Sumut Titiek Sugiharti, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumut Boya Yanti Gultom, serta jajaran PKK dan DWP se-Sumut.

Mengusung tema “Peran Perempuan Berdaya, Ibadah Terjaga, Hidup Penuh Berkah Selaras dengan Perempuan dalam Keluarga, Pekerjaan, dan Organisasi”, pengajian ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas spiritual perempuan, sekaligus mempererat silaturahmi dan ukhuwah lintas organisasi.

Dalam ceramahnya, Ustaz Damri Tambunan menegaskan besarnya peran perempuan, baik sebagai istri dan ibu di tengah keluarga maupun sebagai bagian dari organisasi dan masyarakat. Menurut dia, perempuan memiliki kekuatan serta kontribusi besar dalam menentukan kemajuan suatu bangsa.

“Perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk laki-laki sebelah kiri. Perempuan lebih kuat jika dibanding laki-laki. Tanpa perempuan tidak akan maju sebuah bangsa dan negara,” ucapnya.

Damri menjelaskan, seorang istri berperan penting dalam mewujudkan keharmonisan, kenyamanan, dan ketenteraman rumah tangga. Istri juga disebutnya sebagai mitra strategis bagi suami ketika mengambil berbagai keputusan keluarga.

“Karena itu peran istri dalam rumah tangga juga menjaga kehormatan keluarga. Seorang istri harus patuh dan taat pada suami. Menjaga nama baik suami, diri sendiri, serta amanah dan harta benda saat suami sedang tidak berada di rumah,” ujarnya.

Tidak hanya menyoroti kehidupan keluarga, Damri juga menyampaikan pesan moral yang perlu diterapkan di lingkungan kerja dan organisasi. Ia mengingatkan pentingnya menjaga akhlak, membangun kerja sama, serta menghindari perilaku yang dapat merusak hubungan antarsesama.

Menurutnya, akhlak mulia merupakan salah satu inti ajaran yang dibawa Rasulullah SAW. Pesan itu sejalan dengan kandungan Surat Al-Hujurat ayat 12 yang melarang umat Islam berprasangka buruk, mencari-cari kesalahan orang lain, serta menggunjing atau melakukan ghibah. Ayat tersebut sekaligus mengingatkan umat Islam untuk senantiasa bertakwa kepada Allah SWT.

Damri pun mengajak seluruh peserta pengajian mengedepankan kebersamaan dan tidak menjadikan jabatan sebagai alasan untuk saling menjatuhkan. Ia mengibaratkan organisasi seperti sepeda, yang setiap komponennya memiliki fungsi dan harus saling mendukung agar dapat berjalan dengan baik.

“Janganlah saling sikut menyikut untuk sebuah jabatan. Jabatan hanya sementara. Bangunlah kerjasama yang baik. Ibarat sebuah sepeda, setiap sparepart-nya saling membantu agar dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.**(H21/DISKOMINFO SUMUT)

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.